Senin, 20 September 2010

Perjalanan Penyakit HIV/AIDS

HIV masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai cara yaitu secara vertikal, horizontal, dan transeksual(Nasronudin,2007). Jadi HIV dapat mencapai sirkulasi  sistemik secara langsung dengan diperantarai benda tajam yang mampu menembus dinding pembuluh darah atau secara tidak langsung melalui kulit dan mukosa yang tidak intak seperti yang terjadi pada kontak seksual. Begitu mencapai atau berada dalam sirkulasi sistemik 4 – 11 hari sejak paparan pertama HIV dapat dideteksi didalam darah.
                  Selama dalam sirkulasi sistemik terjadi viremia dengan disertai gejala dan tanda infeksi virus akut seperti panas tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri sendi, nyeri otot mual, muntah, sulit tidur, batuk pilek dan lain – lain. Keadaan ini disebut sindrom retroviral akut (Acute Retroviral Syndrome). Sindrom retroviral akut ini diikuti oleh penurunan CD4. CD4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan lekosit (sel darah putih) , terutama sel-sel limfosit. Fungsi CD4  meregulasi sistem imun agar bekerja dengan baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500 sel/mm3. Selain terjadi penurunan CD4, pada masa ini juga terjadi peningkatan kadar HIV- RNA Viral load dalam plasma. Viral load akan meningkat dengan cepat pada awal infeksi dan kemudian turun pada satu titik tertentu. Dengan semakin berlanjutnya infeksi, viral load secara perlahan cenderung terus meningkat. Keadaan tersebut akan diikuti penurunan hitung CD4 secara perlahan dalam waktu beberapa tahun dengan laju penurunan CD4 yang lebih cepat pada kurun waktu 1,5 – 2,5 tahun sebelum akhirnya penderita HIV jatuh dalam stadium AIDS.  Pada fase akhir penyakit akan ditemukan hitung CD4 < 200/mm3, diikuti timbulnya infeksi oportunistik, munculnya kanker tertentu, berat badan menurun secara cepat dan munculnya komplikasi neurologis. Pada penderita HIV tanpa terapi Antiretroviral rata – rata kemampuan bertahan hidup setelah CD4 turun <200/mm3 adalah 3,7 tahun. ( Bartlett & Gallant: 2001-2002 Medical Management of HIV Infection, 2001 dengan modifikasi)

1 komentar: